|
larutkan segenap keheningan di gersangnya udara sepenggal cermin menampakkan semburat bayangan dan tergugu seraut wajah dalam kering tak berkesudahan segalanya tak akan pernah sama... hingga waktu merampas bening menjadi keruh di cerminan adakah yang berdaya mengubah semua keburaman ini menjadi cahaya?
hingga kering tulang belulang, masih jua angkuh gerimis kembali meraup gundah segala tak seperti dulu yang manis, menyejukkan hati yang buruk, membuat hati teriris sakit tapi hanya seraut yang mengerti sedang semua cerminan hanya tertawa di atas tulang berdaging hingga kapan tulang berdaging itu akan menertawakan kematiannya menertawakan kesombongannya atas dunia dan merasa menguasai semuanya.... hingga kapan seperti itu... from shafa's blue heart |
| Leave a Comment: |