lagi-lagi...masyaa Allah...
hati bagaikan sekuntum bunga yang ditanam di gersangnya tanah
akan di bawa ke mana hati-hati ini??
setelah sekilas dia mendapat siraman oase dari nur sang Pencipta
adalah pilihan... mereguk nikmatnya oase itu...
atau membiarkannya layu...
duhai hati... kemana engkau kan kubawa pergi?
di sini udara begitu gersang dan hampa, aku tak mau terbelenggu nikmatnya dunia
duhai hati... kapankah engkau kembali??
kembali meniti taman-taman surga, yang penuh duri dan melukai
namun betapa luka itu akan terobati dengan melihat-Mu, yaa Rohmaan...
jika aku sanggup berjalan tanpa menoleh lagi, meski harus merangkak atau berlari
ya, harusnya aku tak menoleh lagi...
sentuhan KILAS oleh ust. abu 'isa @MPR 1428 H