<< September 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30

Monggo kepanggih kaliyan:
Arheena
Richa
niezaa
Rumii
adhya
situs tetangga
kean
LINK2:
Islamic site
pustaka Islam
google
muslim.or.id
mb rismi
mail yahoo
hotmail
our psyche

JIKA KAU TIDAK MALU PADA ALLAH DAN MAKHLUQ-NYA, MAKA BERBUATLAH DI DUNIA SEKEHENDAK HATIMU

Anak Adam ibarat papan yang dipasang sebagai sasaran dari panah kematian. Siapa yang dipanah dengan anak panah-anak panahnya, tidak akan meleset. Dan bila kematian itu telah menginginkan seseorang, maka tidak akan menimpa yang lain. Ketahuilah, sesungguhnya kebaikan yang paling besar adalah kebaikan di akhirat yang abadi dan tidak berakhir, yang kekal dan tidak fana, yang terus berlanjut dan tak kenal putus.

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Sep 11, 2006
taubat sebelum telat

ada hal yg menyesakkan hati ketika kita melihat peristiwa apa yg marak akhir2 ini di negeri kita. rasanya, masyarakat kita makin jauh saja dari agama. kalu toh dekat, nggak mungkin ada begitu banyak kejahatan merajalela. dan herannya, semakin ditimpa musibah&ujian, semakin banyak pula berbuat syirik. masyaa Alloh... apa kita nggak malu pada Alloh Ta'ala?? "Dan tidaklah aku ciptakan jin & manusia melainkan untuk menyembahku." (Adz-Dzariyat:56)

miris aja rasanya kalau melihatnya. baru juga diuji keimanan kita dengan musibah2 yang datang, eehh...malah tambah syirik. pakai "larung sesaji", ritual tolak bala, dsb. ada juga malah murka Alloh yg datang, bukannya musibahnya hilang. piye sih??!! nggak habis pikir! Tuhan itu nggak butuh sesaji begituan, bahkan sebenernya nggak butuh terhadap ibadah kita. tapi yg butuh itu kita, kalau mau masuk surga-Nya lho... trus, kok bisa2nya, ada yg mikir dengan ritual kaya' gitu bakal menghentikan musibah?? itu namanya naif. padahal Alloh kan sudah memerintahkan kita untuk memurnikan keimanan kit pada-Nya (=ibadahnya bersih dari syirik). ibadah itu kan nggak cuma sholat, puasa, shodaqoh aja. tapi segala hal yg itu menyangkut aqidah kita namanya ibadah. nah coba kita pikir, apa Tuhan itu butuh sesaji kita? masa' kita yang sudah maju budayanya ini mau disamain sama org2 primitif yg sukanya memberikan persembahan pada tuhan-nya. bedanya mereka pakai tumbal manusia, tapi sekarang pakai tumbal makanan (=sesaji). apa Tuhan yang Maha Kuasa butuh dengan "persembahan kecil" seperti itu?? kalo dibilang "yg penting niatnya!" nah lho, jangankan liat niat, padahal kan jelas2 sesaji itu nggak pernah dicontohkan oleh Rosululloh sholallohu 'alaihi wassalam. kalau sesuatu nggak dicontohkan, ngapain dilakukan? dan lagi, Dia punya lebih banyak dari itu. daripada cuma dibuang2 untuk sesaji, mendingan diberikan pada fakir miskin kan malah dapat pahala (kalo ikhlas...). ya nggak??:)


Posted at 04:28 pm by the-way

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry