<< August 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31

Monggo kepanggih kaliyan:
Arheena
Richa
niezaa
Rumii
adhya
situs tetangga
kean
LINK2:
Islamic site
pustaka Islam
google
muslim.or.id
mb rismi
mail yahoo
hotmail
our psyche

JIKA KAU TIDAK MALU PADA ALLAH DAN MAKHLUQ-NYA, MAKA BERBUATLAH DI DUNIA SEKEHENDAK HATIMU

Anak Adam ibarat papan yang dipasang sebagai sasaran dari panah kematian. Siapa yang dipanah dengan anak panah-anak panahnya, tidak akan meleset. Dan bila kematian itu telah menginginkan seseorang, maka tidak akan menimpa yang lain. Ketahuilah, sesungguhnya kebaikan yang paling besar adalah kebaikan di akhirat yang abadi dan tidak berakhir, yang kekal dan tidak fana, yang terus berlanjut dan tak kenal putus.

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Aug 28, 2006
ini tentang amanah

ini adalah sebuah kisah nyata yang sempat mampir di mata dan telinga saya. ini tentang seorang anak perempuan yang ditinggal oleh ibunya untuk menghadap Robb-nya waktu masih menginjak usia remaja. jiwanya yang dulu sempat terganggu, semakin tambah terganggu. hingga ayahnya membawa ibu baru untuk dia dan adiknya. tidak ada yang tahu apa yang telah terjadi padanya sampai suatu ketika, kami semakin kehilangan dia. dia tak pernah lagi hadir di tengah2 kami, meski dengan tatapannya yang kosong dan kaos yang dimasukan. kami tidak pernah tahu, sejak kapan suaranya menghilang dari telinga kami. kami bertanya2. dia tak pernah lagi bersuara...

suatu hari, kami menemukannya di atas ranjang kamarnya. tanpa kasur, dan hanya beralaskan tikar robek. dengan selimut kumal dan robek2 pula. dia menangkupkan selimut robek itu di atas kepalanya. sampai akhirnya kata2 kami menariknya keluar dari kamarnya yang pengap dan sempit. dan akhirnya kami tahu, dia selalu diberi makan layaknya seekor kucing.

bagaimana mungkin mereka tega melakukan ini padanya?? bagaimana mungkin seorang ayah yang dulu sangat menyayanginya justru kini tega menelantarkan dia? dia memang bukan seorang anak yang bisa membahagiakan orang tuanya, karena kata orang dia gila. tapi setidaknya dulu dia masih bisa tertawa dan berbicara pada kami. dan kini, dia terkurung di kamarnya yang sempit, pengap dan bau. tidak pernah mandi, tidak pernah keluar. dia bagaikan mayat berjalan. orang menganggap dia tak ada karena dia ditiadakan. padahal orang gila di rumah sakit jiwa lebih layak pengurusannya. alangkah menyedihkannya.

dia adalah ayah, yang seharusnya menjaga anak yang mengharapkan perlindungannya. dia membawa amanah, seorang anak yang kini terlunta2 karena kekejaman orang yang dinikahinya. bersembunyi di balik topeng sebagai orang tua yang perduli. semoga Alloh Ta'ala mengampuninya dan membukakan pintu hatinya...


Posted at 09:41 am by the-way

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry