Anak Adam ibarat papan yang dipasang sebagai sasaran dari panah kematian. Siapa yang dipanah dengan anak panah-anak panahnya, tidak akan meleset. Dan bila kematian itu telah menginginkan seseorang, maka tidak akan menimpa yang lain.
Ketahuilah, sesungguhnya kebaikan yang paling besar adalah kebaikan di akhirat yang abadi dan tidak berakhir, yang kekal dan tidak fana, yang terus berlanjut dan tak kenal putus.
ketika hujan turun di tanah basah.
larutkan segenap keheningan di gersangnya udara
sepenggal cermin menampakkan semburat bayangan
dan tergugu seraut wajah dalam kering tak berkesudahan
segalanya tak akan pernah sama...
hingga waktu merampas bening menjadi keruh di cerminan
adakah yang berdaya mengubah semua keburaman ini menjadi cahaya?
hingga kering tulang belulang, masih jua angkuh
gerimis kembali meraup gundah
segala tak seperti dulu
yang manis, menyejukkan hati
yang buruk, membuat hati teriris sakit
tapi hanya seraut yang mengerti
sedang semua cerminan hanya tertawa di atas tulang berdaging
hingga kapan tulang berdaging itu akan menertawakan kematiannya
menertawakan kesombongannya atas dunia
dan merasa menguasai semuanya....
hingga kapan seperti itu...